Ku begini Gara gara dia ku Jatuh Cinta dengan Gadis berkerudung Hijau
Aku Jatuh Cinta dengan Gadis Berkerudung
Secara tidak disadari kita hidup dengan mengotak-kotakkan manusia. Meskipun di sekolah kita selal diajari untk menganggap setiap orang sama dan bergaul dengan siapa saja tanpa pilih-pilih. Dalam memilih pasangan pun demikian, sejak lahir kita telah dikota-kotakkan untk hidup dengan orang-orang yang sam dengan kita (dalam hal ini agama, seiman, dan apalah orang menyebutnya). Seperti aku hidup dalam keluarga katholik, aku nantinya juga diharapkan akan memilih pasangan hidup dari keuarga katholik juga. Seperti halnya orang yang hidup dalam keluarga islam, mereka tentunya juga diharapkan untuk tetap berada pada tradisi untuk membangun kellarga islam yang sakinah, mawaddah, dan barokah.
Tapi hari ini aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku jath cinta dengan gadis berjilbab. Aku jath cinta dengan perhatiannya yang tulus, dengan perilakunya yang santun, dan penampilannya yang sederhana. Aku ingin bersamanya. Tapi ada sekat yang tak kelihatan dan tanpa disadari telah menjadi jurang pemisah, sesuatu yang disebut 'agama'. Dosakah aku kalau aku mencintainya? Salahkah kami kalau kami memutuskan untuk bersatu?
Bukankah sebenarnya kita ini sama, tapi selalu dipungkiri. Bukankah kita mengimani Tuhan yang sama, Tuhan yang hanya satu. Bukankah kita adalah keturunan dari bapa yang sama, yaitu bapa Abraham/Ibrahim. Islam, katholik keduanya hanyalah jalan yang berbeda yang akan menghantarkan kita pada satu tjuan yang sama. Terlebih satu kita adalah manusia Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ikka. Dan seharusnya perbedaan agama bukanlah masalah untuk kami bersatu.
Walaupun orang berkata apa, yang kutahu hanyalah aku jatuh cinta padanya, gadis berjilbabku
Komentar
Posting Komentar