Didunia ini hanya ada dua pintu.Kelahiran baru adalah awal kehidupan di dunia.dan pintu kematian adalah akhir kehidupan di dunia.
kita yang hidup tahu bahwa kita akan mati. Itu artinya kita semuanya yang masih hidup ini tahu bahwa kita semuanya akan mati. Jika kita semuanya tahu bahwa hujan akan turun, pasti kita menyediakan payung bukan? Demikian halnya kematian ini. Kita harus mempersiapkan diri untuk hal itu.
Kelahiran ialah pintu awal kehidupan di bumi ini, sedangkan kematian ialah pintu akhir kehidupan di bumi ini dan sekaligus pintu awal memasuki kehidupan yang kekal. Paulus menyatakan dalam Filipi 1:21: “Mati adalah keuntungan”. Kenapa Paulus begitu yakin ketika ia mati nanti menjadi suatu keuntungan? jawabannya karena dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Bukan harta atau materi tetapi imannya.
Apa yang harus kita persiapkan mnejelang kematian?
- Mendekatkan diri kepada Tuhan ( Mazmur 62:2). Selagi kita masih hidup dekatkan diri kepada Tuhan, karena hanya di dalam Tuhan ada ketenangan dan keselamatan. Ketika kita mendekatkan diri kepada Tuhan maka kita mengerti isi hati Tuhan dan iman kita akan semakin bertumbuh sehingga menjadi kuat.
- Hidup Harus Berguna (Yakobus 4:14). Dalam Yakobus mengatakan bahwa hidup kita ini seperti uap yang hanya sebentar saja kelihatan. Pemazmur mengatakan hidup kita hanya 70-80 tahun saja. Hidup di dunia yang fana ini hanya sementara, untuk itu sukses di dunia bukan menjadi target akhir tetapi bagaimana menjalani hidup yang kekal. Untuk itu selagi kita hidup di dunia ini harus berguna. Keberhasilan yang tertinggi ialah ketika kita berguna bagi sesama bukan mencapai puncak karier atau kaya raya.
- Hidup dan mati harus berkualitas. Hidup yang berkualitas ialah hidup yang dapat memberikan atau mewarisi hal yang baik dari orang tua kita terutama imannya. Sedangkan mati yang berkualitas ialah kita meninggalkan atau mewarisi hal-hal yang baik bagi keluarga dan anak-anak kita.
Komentar
Posting Komentar