MENYIKAPI PERUBAHAN ZAMAN

Manusia telah diberikan banyak talenta dan kecerdasan, bahkan manusia menjadi pilihan makhluk ciptaan Tuhan, pilihan yang memiliki kelebihan dari makhluk ciptaan lain dengan diberi akal Budi dan kehendak.Apakah kita setiap saat dalam kesadaran selalu mengasah semangat atau roh intelektual kita agar kita bertindak dalam menyikapi hidup ini dengan baik dan benar?

Banyak orang yang dianugerahi kecerdasan dan menghasilkan banyak karya dalam hidupnya, namun sedikit orang yang dapat bersikap bijaksana dalam hidupnya.Orang yang pandai mengandalkan  kecerdasan otak sehingga semua hal dipandang berdasarkan logika manusia.Namun orang bijaksana bertindak bukan hanya didasarkan pada kecerdasan pikiran manusia saja. Tetapi juga berdasarkan pada hati nurani.

Orang yang bijaksana adalah orang yang mampu melihat kedalam dirinya, mengevaluasi dan memperbaiki diri sehingga hidupnya menjadi semakin lebih baik,maka menjadi bijaksana tidak hanya mengandalkan pengetahuan nya saja tetapi harus berani rendah hati, mengakui segala keterbatasannya dan kemudian berniat untuk memperbaiki diri.
Seorang yang pandai jika tidak disertai dengan sikap rendah hati maka ia akan menjadi orang yang sombong. 
Sebaliknya orang yang memiliki sikap yang rendah hati akan menjadi orang yang bijaksana agar dunia tidak menjadi tempat yang menakutkan, tetapi akan menjadi tempat yang aman dan damai dimana tidak ada lagi permusuhan dan perang, tidak akan ada lagi diskriminasi dan kebijaksanaan itu sudah diwujudkan oleh Yesus sendiri sebagai Sumber segala kebijaksanaan itu sendiri.Pada zaman nya bangsa Yahudi beranggapan bahwa Yesus Kristus itu bodoh dan buta, mereka merasa dirinya lebih bijaksana, bagaimana mungkin Yesus Kristus yang baru dilahirkan belakangan lebih banyak memahami hikmat dan kebijaksanaan, mereka menolak mentah mentah ajarannya.Seharusnya Orang Yahudi sudah bisa membaca tanda tanda zaman, Nubuat para nabi sudah jelas dan nyata . Tuhan Yesus Kristus Sang kebenaran, kebijaksanaan sudah dibuatkan itu sudah hadir di tengah tengah mereka masih saja tidak Percaya,ragu ragu, mereka merasa tidak mungkin yang ditunggu sudah datang dan hanya seperti ini.mungkin harapannya terlalu tinggi dan hebat, begitu istimewa.berbeda dari yang lain.bahwa mesias itu harus yang super.
 Manusia telah menjadi makluk yang istimewa tentu banyak talenta, diberikan kelebihan intelektual,membaca perkembangan zaman, perkembangan teknologi, informasi melalui berbagai sumber, media sosial sudah dirancang lebih modern, sehingga mampu di jangkau,
Handphone,ganged, laptop, semua itu sebagai sarana mediator, yang digunakan untuk menjangkau kehidupan sosialita manusia modern.Untuk mengasah kesadaran, semangat, ketekunan, imajinasi, kreativitas,dan merangsang intelektual nya. 
  Mengenali isi hati dan pikiran manusia 
Tentu membutuhkan campur tangan Tuhan sang sumber kebijaksanaan itu sendiri.Supaya Manusia bisa berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar nya, dirinya sendiri dan orang lain, agar supaya hidupnya selaras dengan alamya dan perkembangan zaman.
Lebih bijaksana dan rendah hati.

Komentar