KISAH SEORANG YATIM PIATU SEJAK KECIL
Namaku T .usiaku 13 tahun ditinggalkan mati ayahku ketika usiaku baru setahun.
Ibuku hidupnya menjanda,yang tadinya hanya sehari harinya di rumah bersama anak anaknya.kini harus peran ganda.kerja diladang dan mengasuh anaknya yg berjumlah enam orang dikampung dan dua orang di Jakarta satu putri satu putra,yang dikampung, tiga putra dan tiga putri,saya anak bungsu dari delapan bersaudara.
Ayah meninggal dunia kami diwariskan kebun yang banyak.hanya yang bisa kerja Abang tertuaku dan dua Kaka perempuan yg bisa bantu mama.
Kami hidup serbah berkekurangan,maklum hidup di desa jauh dari hiruk pikuk kota.
Ketika Abang nomor Tiga iNgin sekolah lanjut atas dia masuk perguruan tinggi katolik Ledalero kota Maumere Flores.
Cita citanya ingin menjadi penggembala Umat (dalam agama katolik yang disebut "PASTOR").Biaya sekolahnya begitu mahal.untung saja ada adiknya ayahku.Dia mantri dizamanya .Ia terkenal di wiyah kami , isterinya berprofesi sebagai seorang kesehatan atau bidan.
Mereka ingat jasa baik ayahku saat usia mudanya ayahku yang bertugasmaka saat anaknya Ayah yang dikampung tertua anak laki laki yg kalau di urutan dia, anak ke tiga dari kedua KK nya yang bersekolah di Jakarta, .mereka yg meringankan beban mama.
kakaku masuk seminari tinggi Ledalero tinggal di asrama,berjalanya waktu prestasinya bagus termasuk anak paling berpengaruh disekolah menurut rektornya otaknya paling encer..paling pintar dari semua siswa,ya..itu gen daribapaku dan mamaku pun keluarga orang cerdas wajar klo nurunin ke anak.
Kami tidak satupun bangga, kami hanya ingin kelak bisa jd orang baik.itu harapan orang tuanya apa lagi mama.
Tinggallah kami berlima.
Berjalanya waktu.ketiks usiaku 5 tahun mamaku jatuh sakit kanker payudara dan akirnya tepatnya tgl 29-september 1982..harus menghadapi maut...mamaku meninggal
Kami semua anaknya jadi yatim piatu
Pilu itu terasa-airmata menganak sungai.
Saya paling kecil yg tidak mengerti apa apa,dua bulan berikutnya saya baru merasakan kehilangan mama, tengah malam saya mimpi digendong mama,entah nikmat nya mimpi saya angkat tangan ku dalam tidur mau peluk mamaku.saya kaget ,sadar kalau mamaku ga ada,malm itu suara kecilku memecahkan kesunyian,saya ðŸ˜ðŸ˜ menangis sedih.rindu mamaku.
Sepupuku malm itu pulng dari gereja katolik berdoa disana, kebetulan lewat didepan rumah,ia mendengar suara tangisan seorang anak, dengan cepat ia hampiri ,lalu menggendongku.dibawah kerumahnya jam tiga pagi.disana saya tidur dalam dekapan nya,saya merasa nyaman dan pulas hingga pagi.
Setahun berlalu saya akirnya didaftarkan ke Sekolah Dasar, kegembiraan itu tidak bisa kulukiskan.maklum namanya juga anak anak,saya bertemu teman baru disana,perlahan kubunuh kesepian ku.
Saya senang karena pakai seragam merah putih topi dan dasi.dan hormat bendera merah putih.Saya sebagai bocah lihat bendera merah putih itu seperti Tuhan yang diangkat tinggi dan di hormati itu pemikiran seorang bocah polos..
Bendera itu suci dan bergerak diudara..
Menari nari...melambai lambai memanggil
Ayo semangat bergerak gerak kuat.
Jangan mundur jangan takut.
Harus jadi anak yg berani.itu hayalanku saat itu.
Aku masuk sekolah SD Inpres,..
Sekolah pagi saya selalu dibangunkan KK perempuan, mereka memandikan ku dengan penuh kasih sayang ❤️,,sudah kecil,hobinya nyanyi,dan cerewet,rumah kami selalu ramai kalau saya sudah mulai ngoceh,jadi hiburan kakak ku semua.
Empat tahun kemudian ketika saya class empat Kaka cewek tertuajatuh sakit
Dan meninggal dunia.Selama ini dia pengganti mama,jadi tulang punggung keluarga, orang nya sabar,dan lemah lembut berkali kali saya selalu berfikir, kenapa Tuhan Allah begitu kejam dengan kami.Mengapa harus kami,mengapa bukan orang lain? seharusnya kematian atau sakit dibagi bagi dong?
Kok kami lagi,kami lagi..saat itu saya terdiam dan murung,saya merasa hampa..
Semakin tidak kuat menghadapi masalah ini saya akirnya menangis tersedu seduh seorang diri di rumah... Hatiku hancur.
Kalau aku boleh minta aku juga sebaiknya ikut mati..biar tidaksedih begini.
Tinggal kami berr emPat yang agak besar Kaka yg cewek usianya baru 13 tahun, bisa anda bayangkan ,usia segitu taunya hanya main ,Ini dewasa sendiri dengan keadaa terpaksan.Ia berperan ganda,Bapak,Kaka,mama,semua dia pukul,adiknya yg cewek dibawah dia persis Sekolah SMP CLAS TIGA,ABANG AKU DIATAS AKU, SD CLAS enam.saya masih CLAS empat.beban berat ini yg harus ia pikul.Saya anak yg buntut paling disayang,..tiap hari pulang sekolah kekebun.ikut kaka.cangkul rumput....saya tidak bisah jauh dari mereka.sedih jika ditinggalkan.
KeduaKaka saya yg SD class enam dan Perempuan CLAS tiga lulus mereka kejakarta.susul kedua Kaka paling tertuaku.... Sebenarnya kami delapan bersaudara dua yg lain besar dijakarta dan sekolah disini.ketika kecil dikirim ayahku mereka ikut omku ...
Adik ayahku tahun 1976 salah satu orang Flores yg pertama kali kerja di Bank Indonesia.Bank satu-satunya di jln.MH.thamrin.belum ada cabang .
Ia menguasai 7 bahasa Eropa,omku menjadi penerjemah buku buku Eropa
Untuk membantu perkembangan
Bank Indonesia saat itu.
Beberapa tahun kemudian BI pertama kali membuka cabang baru,saat itu om ku dapat promosi jabatan naik golongan.Ia terpilih menjadi kepala cabang dari Bank Indonesia.Entah setan apa yang menyebabkan,Ia pulng kerumah selepas ngantor, omku Dibunuh oleh orang Flores ,kepalanya di celupin kedalam lumpur,ada orang yang disabilitas sejak lahir yg serin Jog di berikan uang oleh om ku itu yg menemukan omku tergeletak lemas di rawa,ia lari kerumah gang Mandalika 6 Tj.duren timur.grogol.dan memberi tauhu. Mungkin Orang Flores ada yg karena sentimen merencanakan pembunuhan terhadap adik Ayahku di lahan kosong penuh rawa berlumpur di PEte Te,,yang sekarang ini di bangun PUSAT BISNIS CENTRAL PARK JAKARTA BARAT..NASIB kedua Kakaku dijakarta kami tidak tau bagaimana keadaan mereka saat itu.
Dikampung tinggl kami berdua.dengan Kaka perempuan yg gantikan mama.
Kami diajak adik ayahku yang mantri tinggal di rumahnya.
Yg permanen,atap seng aluminium.
Kebersamaan kami hingga saya tamat SD.
PINDAH KE SEBRANG
SEKOLAH DI KABUPATEN JAUH DARI KELUARGA.
Disinilah
BANJIR AIR MATA AKU MERASA
SEPERTI KEBAHAGIAANKU DIRAMPAS tetapi aku belum faham maksud baik
Yang akan datang dikemudian hari nanti.
Pertama kali dalam hidup berani menjauh dari kakaku.sekolah SMP di kota kabupaten.
Sepupuku yg perna mendengar tangisku malam malam .Selama ini kuliah Teologi di Seminari Ritapiret Maumere, untuk menjadi pastor Katolik,..Saat itu masih Mahasiswa, liburan di desaku, sebut saja kaka firminus.pagi itu pulang dari doa pribadi di makam misionaris pastor Beker SVD asal Belanda yang mati dibunuh jadi martir didesaku.
Dia datang kedapur dimana Kaka saya sedang masak nasi.ia menawarkan bagaimana kalau adik ST.saya bawa ke biara SUSTERAN KATOLIK PUTRI REINHA ROSARI KOTA LARANTUKA UNTUK SEKOLAH.
Kaka ku seperti nya diam,wajar ia berfikir aduh gimana ya, masak si kami harus berpisah, perasaan itu berkecamuk dlm hati..dilain pihak tetapi klo saya tahan dia gapunya masa depan,teman sebayanya sekolah, sedangkan dia,kasihan...
Akirnya dengan berat hati..Suara Kaka saya dengan sedikit terbata bata dan sedih..Coba kedalam kamar tanya langsung ke dia.mau gak..
Sepupuku kekamar melihatku masih pulas tidur, dibangunkan perlahan, Dek.....
Mau sekolah SMP gak...saya anggukan kepala,tetapi kembali tidur,,,ditanya lagi...
Dek,,tapi ikut Kaka ke kota...kalau mau bangun mandi terus kita berangkat...
Perpisahan itu DUKA YANG BAGIKU
SEPERTI MENANGISI SEBUAH KEMATIAN.
SEOLAH MAMAKU YG ADA DALM DIRI KAKA KU DIREBUT,,
KAKAKU MENANGIS DAN DUKA ITU MEMBUAT DIA BERKABUNG BER BULAN BULAN.
KAMI TERPiSAH.
Pagi itu waktu menunjukan jam 07.00
pagi saya pertama kali dalam hidup
Pergi jauh dari rumah ku.jauh dari Kakaku yg kuanggap sekaligus Mamaku,...
Tidak ada uang ,saya dikasih bekal jagung Titi dr kresek (kantong plastik keci), sebuah kantong plastik bekas bungkusan sandal jepit, Celana pendek satu dan kemeja satu.tidak punya tas,hanya kantong plastik keci l hitam itu untuk bungkus bajuku.
Saya tidak punya sandal,celana yg kupakai celana pendek jeans,dan baju kemeja tipis warna hijau lumut..yang dibelikan Kaka dari hasil jualan didesa.
Kami salaman pagi itu dan berangkat, langkah kakiku pelan dan sepanjang jalan saya menangis tiada henti...rasanya saya ingin pulang.
.Saya tidak kuat jalan kakai ..yang jarak tempuh 40 km.naik bukit turun lembah.setiap tiba ditempat dimana ada bukit saya tengok ke belakang...saya menangis.. sepupuku memarahiku
Ayo jalan.ngapain nangis, gak boleh nangis..kamu harus kuat supaya bisa sekolah...kakiku sakit perih telapakku rasanya tidak sanggup berjalan....
Hanya demi lanjutkan sekolah menengah pertama,SMP, saya dinasehati sepanjang jalan.
Saya rasa. Kedamaian ku dan kebahagiaan ku dengan Kakaku dirampas...aku tidak bahagia.aku menderita bathin.rasanya ingin pulang saja kedesa.Jauh sudah berjalan cuaca hari itu sanagt panas. Kami tiba di kota jam sembilan malam.
RASANYA SEPERTI ANAK RUSA MASUK KE KOTA....
DIAM DIAM SAYA HERAN....
Baru pertama kali dalam hidup ku, saya lihat kota itu lampu menyala dari batas kota,dalam hati saya heran, tetapi tidak berani bicara, hanya diam,dan masih sedih, saya dengar ada rumah besar berjalan, mengeluarkan bunyi gemuruh yang menakutkan....Rupanya itu TRUk.
Makin larut suara binatang kecil dibalik semak dan rerumputan berbunyi,rasa dingin menyentuh perasaanku, aku mulai agak tenang, karena baru pertama kalinya melihat hal baru.
Kami masih jauh dibukit jalan menurun menuju kota.curam jalan itu.lebar jalan itu mungkin satu mistar dan setiap injakan pas satu tapak kaki, ngilu pegal kakiku,takut,soalnya gelap gulita, kalau kakiku gemetar saya berdiri dan memandang cahaya lampu kota itu dari atas bukit saya blm tau berapa lama lagi perjalanan ini kelihatannya dekat tapi kok makin jauh saja,gak sampai sampai.
Hmmmm capek sekali
Ada yang kerlap KerLiP.rupanya itu lampu pemancar/relay.saya kagum diam diam,kadang saya mendengar suara gemuru yang berlari entahlah.aku tidak tau itu apa.aku tidak berani bertanya,cuma diam.baju tipisku itu tidak mampu menahan angin malam yg dingin,aku hanya melamun tidur diperlukan kakakku kalau malam harinya.
Tetapi kali ini dan seterusnya aku tidak akan pernah dapat pelukan sayang sama kakak lagi aku pergi jauh...Hatiku mulai sedih dan ðŸ˜. Gundah...
Mamaaaaaa tangisan ku makin menjadi
Aku dimarahin habis habisan oleh Kakak sepupu
Jangan menangis jalan terus ini untuk masa depan kamu bodook?
Itu katanya.
Berhenti menangis atau saya tempeleng.
Perlahan lahan saya mulai diam.
Jalan itu masih jauh tiba di lembah kami lewati air sungai mengalir dibawah pohon besar.saya merasa takut.
Rumah persinggahan kami malam itu di rumah saudara sepupunya Kaka yg bawa aku.malam itu kami istirahat disana, semua baju barang bawaan disana, malam itu saya duduk diam,.sambil merasa heran melihat lampu neon menyala, rasanya nyaman,saya berpikir seandainya rumahku dikampung begini...tidak perlu bakar pelita minyak tanah betapa bahagianya,.
Menunggu giliran mandi.selesai mandi,,
Kami kepasar.masuk toko keluar toko, saya tidak paham kami mau ngapain,bocah kampung mana ngerti
,Saya ikut saja kemana perginya, tiba disatu toko baju Kaka saya nanya ini baju anak anak, dan celana kamu mau yg mana, saya diam saja,hati saya masih ingat Kaka,saya masih sedih,dengan diam diam Kaka ku belikan baju tiga kemeja dan celana pendek.dan tas pakaian warna coklat.
Ya ampun....
Pulanglah kami kerumah.makan malam itu
Rasanya enak dan nikmat, saya makan masih beras putih dan ikan,jarang sekali saya makan nasi putih,saya dikampung makan nasi dari beras jagung yg digiling kadang makan nasi beras merah dan beras hitam keunguan.beras dari ladang.
Jadi kalo beras putih itu suatu makann yg bagi ku special,enaknya.. poool.pakai ikan laut kering disantan.
Kami tidur malam itu pulas dan lelah,pagi jam empat dibangunkan kami harus mandi.saya menurut perintah Kaka,
Jam lima kami ke pelabuhan Lewoleba,disana saya baru lihat kapal motor besar dan kecil,saya merasa heran .tiba tiba Kaka saya panggil ayo kita naik perahu motor.NAMANYA:KMP.MOTOR st.theresia,, MOTOR ITU PENUMPANGNYA PARA MISIONARIS, PASTOR ,FRATER,DAN SUSTER,MILIK MISI LARANTUKA,,O
Rupanya itu kapal motor miliknya Misi larantuka.
Motor kecil larinya membelah ombak, saya tidak tahan cium asap motor laut itu mengepul dan,ombak mengguncang laju motornya membuat perut saya dikocok kocok.
Sayangnya saya muntah muntah, ada tempat tidur saya di baringkan disana, tetap saja pusing,bahkan para suster PRR yg sedang duduk berjejer, menjadi sasaran muntah saya.
Saya pusing dan mual badanku lemas tak berdaya,,, saya udah ga kuat lagi mamae...
Rasanya mau mati....aku pucat.. perjalanan kami hampir sejam tiba di pulau seberang kota kabupaten larantuka.
Saat turun saya sudah tidak kuat jalan.iparat pisang matang semalam.
Saya turun ke darat. sedikit legah, tetapi masih pusing..
Saya duduk dulu.
Kami jaln ke atas dekat pertokoan saya sudah tidak tertarik untuk melihat sana sini.karena mual perutku.
Ada angkot datang.kondektur dan sopir memanggil ..weri..seri.weri.pohon baro.lebao...kami naik angkot saya hanya tiduran di pangkuan. . .Kaka sepupu.
Kami tiba di Pastoran Lebao,pusat biara prr dan gereja larantuka.
Tiba di sana.kami isirahat dan makan siang.saya disuruh mandi lalu tidur saya tidur di kamar para pastor.Suasana begitu hening.otaku terus berkelana diwatuwawer.
Walau tiduran tetapi mual pusing masih terasa, sebentar sebentar mau pipis .saya keluar kamar dan menuju km mandi saya pipis dan kembali tidur,walaupun ruangan tidurnya bagus tetap saja asing bagiku, Takan menjamin saya untuk bisa tidur pulas.perlshan lahan saya pikirkan Kaka saya dikampung,saya hanya ingin pulang,saya sedih sangat sedih saat itu berulang kali saya menangis....
Sekarang makin jauh saja ya ampun ini hal terberat dalam hidupku, membayangkan gelombang laut yang bergelora saat kami tumpangi KMP.st.Theresia,saja sudah sangat mengerikan dan membuat ku makin mual.Sekarang tinggal pasrah dengan keadaan saat itu,.
Komentar
Posting Komentar